Memaparkan catatan dengan label Muzium. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Muzium. Papar semua catatan

Selasa, 6 Januari 2015

Jum Melawat Geleri Diraja Selangor..

Geleri ini terletak
Di Bandar diRaja Klang

Klang Selatan 
Bersebelahan dengan pejabat POS
berhadapan dengan  
RHB Bank.
Gambar di ambil dari pelajar UKM

Galeri Diraja Sultan Abdul Aziz
Pengawal keselamatan 
Almarhum Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Alhaj Ibni Almarhum Sultan Hishamuddin Alam Shah Alhaj
Salasilah Kesultanan
Sejarah awal kehidupan almarhum Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Al Haj
Tugas-tugas diraja
Seri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agung Kesebelas
Koleksi Diraja
Ruang Pameran Sementara
Perbara Tembaga yang diwarisi oleh Duli Yang Maha Mulia Sultan Sharafuddin Idris Shah Alhaj sejak turun temurun yang digunakan oleh istana untuk upacara keagamaan
Dekorasi pejabat Almarhum
Kapal Bugis
Kaedah gabungan antara teks bergambar dengan artifak
Ruang untuk koleksi diraja dengan meletakkan mahkota di tengah-tengah ruang.
Nobat Diraja Selangor
Model istana Alam Shah
Kaedah perletakan koleksi sudu-sudu yang diperolehi Almarhum Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Alhaj setiap negeri yang dilawatinya 
Koleksi topi besi pahlawan Jepun  
Kaedah mempamerkan koleksi pedang  Almarhum Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Alhaj
Kumpulan penyelidik bergambar kenangan di bangunan Galeri Diraja Sultan Abdul Aziz bersama-sama kakitangannya



Ahad, 9 Februari 2014

Museum Tsunami Aceh Terbengkalai


SER
Pengunjung melintas depan Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Kamis (21/2/2013). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam.


BANDA ACEH, KOMPAS — Tiga tahun setelah resmi dioperasikan, Museum Tsunami Aceh kini terbengkalai. Di museum itu sejumlah alat peraga rusak tidak dapat difungsikan dan beberapa koleksi tidak memiliki plang informasi.

Museum Tsunami Aceh diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Februari 2009. Selama dua tahun dilakukan proses koleksi dan pada 8 Mei 2011 museum ini mulai dibuka untuk umum.

Pembangunan museum itu untuk mengenang tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 yang memakan korban tewas sekitar 240.000 jiwa. Suasana dan koleksi di museum tersebut didesain sedemikian rupa agar pengunjung dapat meresapi dahsyatnya tsunami.

Museum itu memiliki 55 koleksi, terdiri dari 7 unit maket, 22 unit alat peraga, dan 26 unit foto ataupun lukisan yang menggambarkan keadaan tsunami di Aceh. Namun, ketika memasuki ruang koleksi, suasana mengenang tsunami terusik oleh kondisi koleksi yang tak sempurna. Sejumlah koleksi, seperti ruang simulasi gempa, alat peraga rumah tahan gempa dan rumah tak tahan gempa, serta alat peraga gelombang tsunami, tak berfungsi.

Tombol untuk menyalakan ruang peraga gempa juga tidak menyala. Kondisi serupa terjadi pada alat peraga rumah tahan gempa dan tak tahan gempa.


Perawatan minim


Petugas pemandu di Museum Tsunami Aceh, Meili Nuzuliana, Jumat (10/1/2014), mengatakan, sejumlah koleksi itu rusak setahun terakhir. ”Kerusakan terjadi karena minimnya perawatan dan ulah tangan-tangan jahil,” katanya.

Pengunjung menikmati suasana di Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Rabu (20/2/2013). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam.

Kepala Museum Tsunami Aceh Zuhardi Hatta menuturkan, di museum tersebut terdapat 22 petugas pemandu, 12 petugas kebersihan, 9 tenaga keamanan, dan 6 teknisi. Ia menilai kinerja petugas belum optimal”Penyebabnya, mungkin karena honor yang rendah. Saya sendiri hanya mendapat Rp 450.000 per bulan,” ujar Zuhardi yang juga karyawan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Adapun semua petugas tersebut merupakan petugas kontrak di bawah naungan Museum Geologi Bandung, Jawa Barat, yang dimiliki Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).Di sisi lain, kata Zuhardi, status museum itu sampai sekarang kurang jelas. Museum itu bukan lembaga independen, melainkan lembaga di bawah naungan nota kesepahaman antara Kementerian ESDM dan Pemerintah Aceh. ”Biaya operasional museum sepenuhnya dari Kementerian ESDM, tetapi saya tak tahu nominalnya,” kata Zuhardi. (DRI)
Web rujukan :

Muzium Lukut

muzium image

Pengenalan

Muzium ini dibina oleh Jabatan Muzium dan Antikuiti (kini Jabatan Muzium Malaysia) dengan kerjasama Kerajaan Negeri Sembilan. Ia dirasmikan oleh Y.A.B Dato' Seri Utama Tan Sri Hj. Mohd. Isa Bin Dato' Abdul Samad pada 9 April 1999. Ia dibina sebagai satu tanggungjawab menyebarkan maklumat sejarah dan budaya di Negeri Sembilan untuk ditatapi oleh masyarakat tempatan, para pelancong luar negara serta para pelajar dan penyelidik sejarah. Muzium ini memaparkan sejarah Lukut bermula daripada awal kurun ke-19 Masihi sehinggalah Lukut dimasukkan ke dalam daerah Sungai Ujung (Negeri Sembilan) pada tahun 1880.

Terdapat 4 galeri utama iaitu Galeri Sejarah Lukut, Galeri Nassau, Galeri Negeri Sembilan Negeri Beradat dan Galeri Teknologi Pembuatan Masyarakat Tradisional. Pelbagai koleksi dan bahan pameran yang berkaitan dengan sejarah kegemilangan Lukut telah dijelmakan kembali dalam bentuk ilustrasi, gambar, artifak dan sebagainya untuk dipamerkan kepada pengunjung. Pastinya sejarah kegemilangan Lukut akan terus diingati dan dikenang dalam sejarah negara.

Galeri Sejarah Lukut

Galeri ini mempamerkan mengenai sejarah Kota Lukut yang pernah mencapai zaman kegemilangannya bermula daripada pemerintahan Raja Jumaat Bin Raja Jaafar (1847 - 1864). Lukut ketika itu merupakan satu daerah yang terpenting disebabkan oleh hasil kegiatan perlombongan bijih timah yang amat pesat sekali. Galeri ini mempunyai beberapa segmen antaranya Latar Belakang Sejarah Lukut, Kota Lukut Sebagai Kota Pertahanan, Lukut Pesat Ekonomi dan Pentadbiran, Lukut Dalam Aspek Politik, Laporan Kapten Macpherson dan Perlombongan Bijih Timah di Lukut

Waktu Lawatan

Isnin - Ahad: 9.00 pagi - 6.00 petang
Tutup pada hari pertama Hari Raya Aidilfitri dan hari pertama Hari Raya Aidiladha

Masuk adalah PERCUMA

Kemudahan

1. Tempat letak kenderaan percuma
2. Lawatan berpandu akan disediakan (hubungi pegawai kami untuk permohonan)
3. Kantin
4. Taman permainan kanak-kanak
5. Tandas awam percuma

Disini pun ada cerita

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...