Selasa, 11 Februari 2014

Lembah Anai (Tentang Rel Bergigi)


Masih tentang safari ke sumatera, kendaraan kami kini menuju kota Bukittinggi setelah meninggalkan kota Padang, setelah melewati beberapa tanjakan yang berkelok, kami dikejutkan dengan pemandangan yang eksotis………..lembah anai.
Lembah Anai terletak di Nagari Singgalang Kecamatan X Koto persisnya di jalan raya Padang-Bukittinggi. Lembah Anai terkenal dengan objek wisata air terjunnya. Air terjun yang berketinggian sekitar 35 meter ini bagian dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam dari Gunung Singgalang yang menuju daerah patahan Anai.  Air terjun ini berada di bagian barat Cagar Alam Lembah Anai.



Lembah Anai sendiri merupakan daerah cagar alam yang dilindungi. Di dalam rindangnya hutan terdapat beberapa tanaman langka yang menjadi daya tarik dari Cagar Alam Lembah Anai, salah satunya adalah bunga bangkai, cangar, sapek, madang siapi-api, cempedak air, madang babulu dan lain-lain.

Beberapa hewan langka yang hampir punah, hidup disini, seperti harimau sumatra, rusa, siamang, kera ekor panjang, beruk, trenggiling, biawak, dan tapir, sedangkan hewan yang mudah dijumpai dikawasan ini, adalah kera ekor panjang, siamang, dan beruk. Ketiga hewan ini selalu bergerak untuk mencari buah-buahan yang terdapat di kawasan hutan hingga ke pinggir jalan raya.

Cagar Alam Lembah Anai juga dihuni oleh aneka burung, seperti burung punai, elang, burung balam dan burung puyuh. Burung elang biasanya hidup di atas pohon tinggi. Apabila beruntung, wisatawan dapat melihatnya ketika burung tersebut terbang mengelilingi hutan untuk mencari mangsa.

Rel Gigi
Sisi lain lembah anai yang gak kalah eksotisnya adalah jalur kereta api yang saling bersilang dengan Jalan Raya sepanjang lembah anai. Jalur kereta api dengan rel gigi (rack railway) ialah sistem rel pegunungan, dengan elevasi kemiringan hingga sekitar 6%, sedang yang menggunakan rel biasa elevasi kemiringan maksimum hanya 1%) dengan rel bergigi khusus yang dinaiki di atas bantalan rel antara relyang terbentang. Dengan Rel Gigi memungkinkan lokomotif mampu melalui lereng yang curam.
Uniknya, jalur rel gigi di lembah anai inilah yang masih tersisa hingga kini di Indonesia. Dahulu, jalur rel Ambarawa-Bedono menggunakan Rel Gigi juga, namun kini sudah tak dipakai lagi.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Disini pun ada cerita

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...